loading...
loading...

Hidayat Nur Wahid menggugat politisi PD, Andi Arief, namun kita melihatnya lebih sebagai pribadi ketimbang mewakili PKS tempatnya bernaung. Jika kita cermati pernyataan Andi, bahwa PD hanya mau berkoalisi dengan partai-partai polititik pengusung Prabowo, termasuk PKS, namun HNW seakan-akan mewakili kelompok lain di luar partai koalisi.
Persoalan apakah benar adanya setan gundul yang membisikkan kepada Prabowo, adalah perkara berbeda, namun belum sampai kepada masalah inti, HNW menggugat pernyataan politisi PD itu, yang justru tidak diarahkan kepada partainya HNW.
Sekali lagi publik mencermati, HNW meminta Andi menyelesaikan masalahnya di forum internal, namun dirinya justru menambah polemik itu dengan mengeluarkan gugatan serupa itu.
Lalu siapakah yang harus memulai berbicara di forum internal, jika dia minta kepada orang lain melakukannya, tapi dia sendiri ogah, kita paham bahwa popularitasnya tak akan bertambah jika hanya melakukan dialog terbatas dengan sesama koalisi.
Politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief bercuit soal 'setan gundul' yang menurutnya memberikan informasi sesat kepada Prabowo Subianto. Wakil Ketua Dewan Penasihat kata Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid menuntut penjelasan dari Andi.
’Saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan kubu setan gundul itu siapa, apakah itu sama dengan genderuwo atau sontoloyo, saya tidak tahu. Beliau (Andi) yang harus menjelaskan," kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Selain itu, menurut Hidayat, Andi sebaiknya membicarakan hal itu di forum internal. Jika ada masalah dalam Koalisi Adil Makmur, dia berharap dapat diselesaikan bersama-sama. "Menurut saya, dalam konteks koalisi, lebih arif kalau masalah yang kontroversial itu selesaikan di dalam, klarifikasi di dalam. Apa sesungguhnya permasalahannya, dari mana angka 62 (persen), dan sebagainya," ujar politikus PKS itu.
’Sehingga kemudian ketika kita tampil ke publik itu yang dihadirkan sesuatu yang solutif dan tidak menambah polemik," imbuh Hidayat. Lagi pula, kata Hidayat, PD justru merupakan partai yang menyebut Prabowo menang 62 persen. Menurut dia, hal itu dinyatakan berdasarkan survei internal PD.
’Justru Demokrat yang menyebutkan survei internal Demokrat menyebutkan 62 persen Prabowo menang," kata dia. Diberitakan, Andi Arief bercuit soal 'setan gundul' yang muncul di tengah perjalanan perjuangan Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Andi mengatakan 'setan gundul' itu memberikan masukan kepada Prabowo yang menurut dia sesat.
Andi mengatakan Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandi, yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Berkarya, serta rakyat, bukan 'setan gundul'. Jika si 'setan gundul' masih hadir, Andi mengancam Demokrat bakal memilih jalan sendiri.
’Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi Arief. Cuitan ini disampaikan Andi Arief kepada wartawan dalam bentuk tangkapan layar. sumber : HNW Tantang Andi Arief Soal Setan Gundul.
Boleh jadi HNW pun belum menyimak secara lengkap pernyataan Andi yang menyinggung partai-partai koalisi Adil Makmur. Namun karena rasa ketersinggungannya terlanjur mencuat, akhirnya dia memberi kesan sedang meladeni Andi Arief dalam kapasitas pendukung setan gundul, jika meminjam istilah yang disebutkan Andi.
Kalau kita mendalami tudingan Andi, sebenarnya tidak terkait langsung dengan partainya HNW, dan justru yang diakui oleh Andi adalah partai-partai koalisinya sebagai pihak yang disebut masih dianggap satu pemahaman.
Sementara di sekitar Prabowo ada pihak lain yang tidak mengatasnamakan partai, namun terlihat mendominasi dan bahkan membisikkan pesan menyesatkan kepada capresnya itu. Kita menduga yang dimaksud Andi Arief adalah mereka yang menyarankan BPN meminta KPU menghentikan real count.
Pihak yang karena keterbatasannya dalam pengalaman dan pergaulan politik nasional, mereka hanya fokus pada sasaran jangke pendek, sehingga dengan fanatisme buta, memaksakan pendapatnya agar dikuiti tanpa reserve.
Sementara partai-partai koalisi masih berpikir logis, karena negara yang mereka kelola ini harus mengarungi perjalanan panjang, sehingga aturan hukum dan perundang-undangan yang telah disepakati di parlemen, harus dijaga bersama-sama.
Sangat janggal jika HNW tanpa pertimbangan matang, tiba-tiba melakukan serangan balik kepada rekan koalisi yang justru menyuarakan logika positif.
Bukankah kawan satu partainya juga telah mulai melunak ? Lihatlah manuver Mardani Ali Sera yang telah meminta menghentikan propaganda “Ganti Presiden” dengan alasan masa kampanye telah usai.
Memang harusnya seperti itu para politisi bersikap, perjuangan itu harus dibatasi oleh momentum dan waktu yang jelas. Kalau masa kampanye telah usai, dan diketahui rakyat sudah menentukan pilihannya, maka suara rakyat harus mereka ikuti.
Kalau benar mereka berjuang atas nama rakyat, maka kehendak rakyat itulah yang menjadi acuan perjuangannya. Kalau rakyat menghendaki Jokowi kembali berkuasa, jangan paksakan mereka menyetujui capres lain, yang justru mengangkangi suara mayoritas.
loading...
0 Response to "Andi Arif Tantang Setan Gundul, Datang HNW Perlebar Polemik Internal"
Posting Komentar