loading...
loading...

Baru saja pagi tadi penulis menguliti logika bodoh Profesor Rizal Ramli di artikel ini. Beliau mengambil kesimpulan Prabowo menang hanya berdasarkan perkataan Letkol TNI AD yang ga jelas namanya, sekarang giliran TNI AD menguliti kebodohan Profesor Rizal Ramli. Apa saja yang dikatakan TNI AD? mari kita saksikan bersama-sama penuturan TNI AD seperti dilansir cnnindonesia.com
"Saya pastikan informasi yang diberikan oleh salah satu tokoh bangsa itu (Rizal Ramli) adalah berita bohong. Karena itu berita bohong, sebaiknya tidak usah dipakai karena memang tidak benar dan mungkin malah akan menimbulkan masalah di kemudian hari," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (6/5).
TNI AD dengan tegas mengatakan jika informasi yang didapat Profesor Rizal Ramli adalah sebuah kebohongan. Maka di sini kemungkinannya hanya dua : pertama Profesor Rizal Ramli bodoh karena percaya begitu saja dengan sebuah cerita yang gak jelas juntrungannya, kedua Profesor Rizal Ramli sedang berbohong dengan mengarang cerita yang akhirnya membawa TNI AD angkat bicara karena dalam hal ini TNI AD jadi terbawa-bawa.
"Tidak benar kalau kami memiliki hasil. Bagaimana kami memiliki hasil, penghitungannya saja masih berlangsung? Apalagi kalau kami dikatakan memiliki data formulir C1, apakah fotonya, itu tidak benar," ujar dia.
Seperti penulis katakan jika perhitungan hasil Pemilu itu dilakukan oleh KPU dan hasil KPU adalah hasil yang sah. Sehingga di sini hanya ada 2 kemungkinan : pertama Profesor Rizal Ramli bodoh tidak mengetahui jika perhitungan yang sah itu dilakukan oleh KPU dan sehingga percaya seorang Letkol yang ga jelas juntrungannya, kedua Profesor Rizal Ramli mengetahuinya namun demi mengklaim kemenangan Prabowo beliau membuat cerita fiktif tentang Letkol TNI AD yang ditemuinya. Silakan dipilih pak Profesor!!
"Jadi selain memberikan info bohong kapada orang lain, dia juga membuat Angkatan Darat terlihat tidak netral. Padahal itu tidak kami lakukan. Jadi pasti kami proses hukum," ujarnya.
Seperti yang penulis katakan jika TNI saat ini harus netral. karena akan sangat bahaya jika TNI dibawa ke ranah politik. Maka di sini hanya ada dua kemungkinan lagi : pertama Profesor Rizal Ramli bodoh tidak mengetahui kalau TNI AD harus netral, kedua Profesor Rizal Ramli mengetahuinya namun demi mengklaim kemenangan Prabowo beliau membuat cerita fiktif tentang Letkol TNI AD yang ditemuinya. Silakan dipilih pak Profesor!!
"Jadi saya menyatakan tidak akan melakukan apapun kepada Pak RR. Tetapi terhadap yang didiuga Letkol TNI AD ini pasti kami proses hukum. Karena dia berada di dalam kewenangan kami untuk memproses dengan beberapa alasan tadi," ujarnya.
Silakan diselidiki Pak, namun ketika faktanya Letkol tersebut hanyalah tokoh fiktif, tolong diungkap ke publik pak ya, supaya kita semua bisa menertawakan kebodohan Profesor Rizal Ramli. Namun ketika Letkol tersebut memang tertangkap dan dihukum maka kami tetap akan menertawakan Profesor Rizal Ramli. Kenapa? berdasar perkataan bapak kepala staf angkatan darat bahwa Letkol tersebut memberikan berita bohong, artinya Profesor Rizal Ramli bodoh karena mempercayai berita bohong dari Letkol yang katanya ditemui di supermarket.
Kesimpulan :
Penulis sudah membantah semua logika Profesor Rizal Ramli di artikel sebelumnya, sekarang TNI AD juga dengan tegas mengatakan bahwa Informasi yang didapat Profesor Rizal Ramli dipastikan berita bohong, pembaca seword.com juga sudah banyak yang menyangsikan kebenaran dari klaim kemenangan Prabowo yang dilakukan Profesor Rizal Ramli. Sekarang kita tunggu apa jawaban selanjutnya dari Profesor Rizal Ramli. Penulis selalu percaya dengan kalimat yang mengatakan "biarkanlah pembual terus membual, hingga dia menyangkal bualannya sendiri".
Terbukti kalimat tersebut terjadi pada semua pendukung Prabowo. Mulai dari Rhoma Irama yang mengharamkan pilih Jokowi karena ibunya diduga kafir, namun beliau mendukung prabowo yang terang-terangan menyebut ibunya kristiani. Lalu ada lagi Rocky Gerung yang mengaku pintar dengan slogannya akal sehat, namun begitu bodohnya dibohongi oleh seorang nenek-nenek operasi plastik. Hingga BPN yang mengklaim Prabowo menang namun meminta KPU memundurkan penetapan pemenang bahkan meminta Pemilihan Ulang.
Jadi kesimpulan akhir, Pendukung Prabowo = Pembual. Begitulah kura-kura.
loading...
0 Response to "Sekarang Giliran TNI AD Menguliti Kebodohan Rizal Ramli"
Posting Komentar